Strategi Komunikasi Kunci Pengembangan Bisnis PDAM

Jakarta – PDAM adalah andalan penyedia jasa air minum di berbagai daearah. Sebagai entitas bisnis, PDAM perlu memikirkan dan mengembangkan keberlangsungan hidup untuk terus dapat menyediakan kebutuhan air minum masyarakat yang memenuhi standard 4K (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, dan Keterjangkauan). Strategi Komunikasi dalam hal ini menjadi kunci pengembangan bisnis PDAM.

 

Wiwit Heris, Direktur SPEAK Indonesia yang sekaligus adalah Advisor Komunikasi dan Trainer berpengalaman untuk Capacity Building berkesempatan berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan 14 peserta tingkat Madya dari berbagai PDAM di Indonesia dalam Kelas Strategi Komunikasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tirta Dharma PAMSI. Kegiatan yang dilangsungkan pada Senin, 10 Desember 2018 di Hotel Grand Cempaka ini mengupas tuntas pentingnya strategi komunikasi sebagai kunci dalam pengembangan bisnis PDAM.

 

Dalam Kelas Komunikasi yang dilangsungkan selama 2 jam, Wiwit Heris lebih banyak menggunakan metode sharing yang mengutamakan keaktifan peserta. Peserta diprolog untuk memainkan permainan komunikasi sederhana dengan menggunakan Broken T. Dari permainan tersebut, peserta menyimpulkan apa itu komunikasi, unsur-unsur dalam komunikasi, serta tahap apa saja yang terjadi dalam proses pertukaran informasi. Dari titik ini, peserta diajak untuk melakukan identifikasi atas stakeholder yang beririsan dengan bisnis PDAM dan bagaimana menyusun strategi komunikasi yang tepat untuk mengkomunikasikan kepentingan PDAM, termasuk kepada pelanggan dan media massa.

 

Dalam latihan mandiri, 14 peserta yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil mencoba menyusun strategi komunikasi tentang bagaimana mengkomunikasikan informasi penyesuaian tarif kepada pelanggan, awak media, LSM, pemangku kepentingan di masyarakat, hingga kepala Daerah dan DPRD. Penyusunan strategi komunikasi diawali dengan memformulasikan tujuan komunikasi yang paling mendasar, penyusunan key message, serta penentuan media yang akan digunanakan sebagai saluran penyampai informasi. Pesevrta juga diminta menyusun umpan balik seperti apa yang sekiranya menjadi respon dari target audiens yang dituju. Skema penyusunan strategi komunikasi seperti ini menjadi pelajaran penting bagi peserta. Pimpinan Madya dari berbagai PDAM yang hadir dalam Kelas Komunikasi ini kemudian berkomitmen untuk menerapkan cara-cara penysunan strategi komunikasi untuk mendukung pengembangan bisnis PDAM di wilayah masing-masing.