Penghargaan STBM Berkelanjutan Jadi Motivasi Daerah untuk Segera Mencapai ODF

Jakarta – Indonesia menempati peringkat kedua penyumbang buang air besar sembarangan terbesar di dunia setelah India (UNICEF, 2012). Menyadari masalah tersebut, diperlukan sinergi dari pemerintah dan segala unsur masyarakat untuk merubah perilaku serta menyediakan akses sanitasi yang layak di Indonesia. Salah satu metode yang digunakan di Indonesia adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM yang diadopsi dari Community-Led Total Sanitation. Ada 5 pilar yang diusung dalam STBM di Indonesia yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan/ Stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun/ CTPS, Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga/ PAM-RT, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga.

Dalam kurun waktu kurang lebih sepuluh tahun, usaha Indonesia melalui STBM untuk mencapai status bebas buang air besar sembarangan/ Open Defecation Free (ODF) mulai membuahkan hasil. Berdasarkan hasil e-monev STBM, ada 23 kabupaten/kota dan 1 provinsi yang telah mencapai ODF. Untuk mengapresiasi 23 kabupaten/kota dan 1 provinsi tersebut, Menteri Kesehatan Prof Dr dr. Nila F Moeloek SpM (K) memberikan Penghargaan STBM Berkelanjutan 2018 yang diadakan di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2018.

SPEAK Indonesia sebagai organisasi yang telah lebih dari sepuluh tahun berpengalaman di sektor WASH juga turut berkontribusi dengan menjadi juri serta verifikator di salah satu daerah yang menerima penghargaan. Sebelumnya, SPEAK Indonesia juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan pemicuan untuk perubahan perilaku BABS di Indonesia.

Dalam acara tersebut, 23 kabupaten/kota dan 1 provinsi yaitu Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kota Pare-pare, Kota Banda Aceh, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I Yogyakarta, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Alor, Kota Kupang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Pringsewu menerima langsung penghargaan dari Menteri Kesehatan.

Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta secara personal hadir untuk menerima Penghargaan STBM Berkelanjutan dan Penghargaan Eka Pratama dari Menteri Kesehatan sebagai provinsi pertama yang mencapai status ODF. Selanjutnya juga diberikan apresiasi untuk 6 kabupaten/kota dengan inovasi terbaik yaitu Kota Semarang, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Sleman, Kabupaten Alor, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar.

Setelah pemberian penghargaan, dalam sesi talkshow review STBM yang dipaparkan oleh Jejaring AMPL, muncul tanggapan-tanggapan dan kesan positif dari seluruh kabupaten/kota dan provinsi yang hadir. Setelah menyaksikan inovasi-inovasi daerah yang kreatif seperti voucher sedot tinja, pendekatan keagaaman untuk penyadaran pentingnya sanitasi, dan wirausaha sanitasi (wusan), banyak kepala daerah yang mengaku bahwa mereka menjadi terpicu untuk segera mencapai status ODF seperti para penerima penghargaan. Diharapkan pada tahun depan, akan lebih banyak lagi daerah di Indonesia yang mencapai status ODF.