Menulis itu Menyenangkan: Pelatihan Penulisan untuk Publikasi Program YPII

Menulis itu Menyenangkan | Pelatihan Penulisan untuk Publikasi Program YPII

Menulis itu Menyenangkan | Pelatihan Penulisan untuk Publikasi Program YPII

Speakindonesia.org |YOGYAKARTA – Keterampilan menulis merupakan sebuah keterampilan yang harus dimiliki oleh pekerja NGO, terutama yang terlibat dalam proyek di lapangan. Perkembangan di lapangan serta perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat sedapat mungkin dikomunikasikan salah satunya melalui media tulisan kepada publik dan pemangku kepentingan, agar dampaknya dapat menjangkau orang yang lebih luas, menginspirasi untuk replikasi program, serta mendapat masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan program tersebut.

SPEAK Indonesia | Pelatihan Penulisan

SPEAK Indonesia sebagai mitra Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) yang mempunyai keahlian di bidang program pelatihan, pengembangan masyarakat, penelitian dan bantuan teknis untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, advokasi, jurnalisme, hubungan masyarakat dan pengembangan media komunikasi dipercaya untuk memberikan pelatihan penulisan kepada 20 staf YPII dan mitra YPII dari NGO lokal yang terlibat dalam program WINNER, Water for Women, ECCD, dan Down to Zero. Pelatihan ini diselenggarakan tanggal 17-18 Juni 2019 di Desa Wisata Tembi, Bantul, Yogyakarta. Dengan latar belakang alam desa yang hijau dan suasana tradisional pedesaan di Yogyakarta, peserta mengasah keterampilan menulis dan menyusun produk komunikasi seperti news letter dan press release untuk kebutuhan program di daerah dampingan masing-masing.

SPEAK Indonesia | Pelatihan Penulisan

Hadir sebagai fasilitator adalah Wiwit Heris, Direktur Eksekutif SPEAK dan ahli komunikasi, Dorman Saragih, Plt. Direktur Operasional SPEAK, AG Irawan, jurnalis dan Praba Pangripta, jurnalis serta ahli fotografi. Pada dua hari pelatihan, peserta diajak mengenal kembali dasar-dasar penulisan dengan 5W+1H, format penulisan untuk publikasi, dan teknik dasar fotografi untuk menunjang penulisan. Peserta juga mendapatkan modul penulisan yang disiapkan oleh tim SPEAK Indonesia. Kegiatan pada pelatihan lebih banyak dengan praktik dan hands-on experience menulis agar peserta terasah keterampilan menulisnya. Peserta belajar bagaimana menyusun news letter dan press release yang baik untuk program-program di daerah dampingan masing-masing serta praktik fotografi sederhana dengan objek di kawasan Desa Wisata Tembi. Berdasarkan hasil self-assessment, peserta merasa bahwa keterampilan menulisnya sudah meningkat sejak awal mengikuti pelatihan dengan SPEAK Indonesia.

Setelah pelatihan berakhir, diharapkan peserta dapat mereplikasi penyusunan news letter dan juga press release guna kebutuhan program masing-masing.